Feb 23, 2018

#herjapanstory Halal Travel Series : Kyoto


So eat of that [meat] upon which the name of Allah has been mentioned, if you are believers in His verses [QS 6 : 118]

Kyoto merupakan kota favorite saya di Negara Matahari Terbit, kota yang dulunya ibukota kekaisaran Jepang punya banyak kharisma untuk dikunjungi lebih dari satu kali. Vibes yang dirasakan selama di Kyoto kurang lebih “The Real Japan” banget deh. Makanya setelah dua kali mengunjungi Kyoto di tahun 2016 dan 2017, saya sempat mengeksplor beberapa wisata kuliner Halal di kota tersebut.

Halal Eateries in Kyoto


Belajar makna Halal yang lebih lanjut bagi saya adalah bukan hanya melabeli sebuah makanan dengan label Halal certified, tetapi lebih dari itu. Salah satunya, niat yang diucapkan ketika proses penyembelihan hewan yang kita makan. Mudah-mudahan jika hewan tersebut diniatkan karena Allah, insya Allah akan memberi keberkahan untuk kita juga. Jadi pas saya mengunjungi Kyoto, saya sudah marking lokasi-lokasi restaurant Halal di account Google Maps saya. Again, in Google I trust! Hehehehehe.

Berikut ini beberapa list local restaurant di Kyoto yang sempat saya kunjungi, mudah-mudahan bisa membantu rekan traveler yang akan berkunjung ke Kyoto juga yaa.

  • Naritaya Halal Yakiniku & Ramen

Store Front Naritaya Halal Yakiniku

Halal Beef Bowl

Gion merupakan salah satu kharisma dari Kyoto. Jalan kaki menyusuri gang-gang yang penuh dengan rumah & toko-toko tradisional ala Jepang, ada satu restaurant Halal yang menyajikan beef yakiniku, beef BBQ dan ramen juga. Lokasi Naritaya Halal Yakiniku & Halal Ramen sebelah-sebelahan, jadi kalau masih bingung mau makan apa, tinggal pindah ke sebelah aja hehehehe. Waktu itu saya sempat memesan Halal beef bowl, kurang lebih seperti menu Yoshinoya lah hehehe. Tapi mungkin karena dagingnya langsung khas Jepang, jadi juicy banget deh sumpah. Lucunya waktu saya makan di Naritaya Halal Yakiniku, saya sempat ketemu rombongan wisatawan dari Tasikmalaya. Kocak deh ngobrol pake Bahasa Sunda sambil nunggu antrian masuk ke Naritaya Halal Yakiniku.

Specialty : Halal Beef Yakiniku & Halal Ramen

Price : 700 ¥ - 10.000 ¥

  • Nishiki Market

Fried Octopus
Nishiki Market merupakan salah satu pasar tertua yang ada di Kyoto, letaknya gak jauh dari daerah Gion jadi bisa jalan kaki juga setelah keliling Gion. PS harus siapin kaki yang kuat yaa kalo ke Jepang hehehe. Nishiki Market ini lokasinya sangat luas banget, ada lorong utama yang penuh dengan pedagang dan ada anak di tiap lorongnya juga. Walaupun saya gak nemu resto yang ada Halal certified nya selama di Nishiki Market, tapi saya sempat mencoba jajanan fresh seafood yang dijual disana. Salah satunya saya nyoba fried cumi-cumi yang walaupun tanpa bumbu tapi udah gurih banget deh. Tips kalau mau wisata kuliner disini, beli satu makanan untuk sharing berdua yaa, soalnya banyak makanan dan cemilan lainnya yang bikin mulut ngiler hehehehe.

Specialty : Japanese Snacks & Seafood

Price : Varies

  • Fushimi Inari Street Food

Pas saya mengunjungi Fushimi Inari, di area exit dari Fushimi Inari terdapat street food yang nawarin berbagai macam cemilan ringan. Banyak yang jual beef grilled tapi saya gak beli karena gak tau Halal enggaknya juga hehehe. Tapi walaupun gak beli beef grilled, saya coba jajan jeruk peras asli yang diminum dari jeruknya. Unik sih karena belum pernah nemu di Jakarta dan lumayan seger juga hehehehe.

Specialty : Japanese Snacks

Price : Varies

Fushimi Inari Tori

Fresh Orange Juice

  • Kiyomizu Dera Street Food
Gion Di area luar dari Kiyomizu Dera terdapat satu jalan yang banyak dengan penjual souvenir khas jepang dan aneka jajanannya. Matsubara Dori ini sangan charming, kerasa banget pusat bisnis ala Zaman Edo. Jadi selain nyobain jajanannya dan cuci mata lihat-lihat souvenirnya, kita bisa juga ngerasain "Japanese Vibes"-nya. Jepang terkenal dangan kualitas matcha green tea, jadi saya membeli pastry puff kaya Beard Papa di Jakarta, dengan isian matcha yang super lezat dan segar.

Specialty : Japanese Snacks

Price : varies
Kiyomizu Dera Main Temple

Matsubara Dori

Sebenarnya saya tidak terlalu banyak mengeksplor restaurant di Kyoto, karena biasanya saya gak terlalu lama stay di Kyoto dan langsung balik lagi ke Osaka. Tapi kalau kepepet lapar banget, biasanya saya beli onigiri isi tuna atau salmon dan susu murni putih dari konbawa untuk mengganjal lapar hehehehe. Kyoto itu yaa, walaupun Cuma duduk-duduk bengong di sepanjang Kamo River aja, duhhh syahdu banget hehehehe. Aseli, saya gak pernah bosen untuk balik lagi ke Kyoto.


Kamo River di pusat Gion




No comments:

Post a Comment